[Tutorial Video] Alis Buntung to the Rescue!

Halo semua!

Siapa yang tidak berani keluar rumah sebelum menggambar alis terlebih dahulu?

*angkat tangan*

Kalau ada yang follow aku di instagram tentu sudah tahu ya kalau aku sangat-sangat sangat terobsesi pada alisku. Sama seperti banyak orang di luar sana, aku pun pantang keluar rumah kalau alisku belum ready. At least, setidaknya dicoret-coret sedikit pakai pinsil alis lah.

drawing the eyebrow

Waktu pertama kali belajar menggambar alis, aku banyak mencoba googling tutorial-tutorial di mana-mana. Of course, there are millions out there!

Mulai dari tutorial youtube, tutorial di blog, sampai gambar-gambar tutorial di Instagram maupun Pinterest. Nah, masalahnya dari sekian banyak tutorial yang aku temukan, they all were started with a nicely shaped brow already 😦 Jadi meski mereka memberi tips mengenai teknik-teknik menggambarnya, tapi at the end, sebenarnya mereka sudah tinggal mengikuti bentuk alami dari alis mereka masing-masing. Lalu bagaimana dong dengan yang alisnya tidak beraturan atau malah buntung seperti ini?

Alis buntung to the rescue

Kalau aku hanya semata-mata mengikuti bentuk asli alisku, biasanya aku akan bingung mau buat tukikan alisnya di sebelah mana. Yang ada pasti miring tinggi sebelah, karena alis kanan dan kiriku sebenarnya tidak balance.

Akhirnya setelah struggle belajar melalui berkali-kali trial and error seperti alis sinchan ketebalan, alis miring, alis tidak simetris; akhirnya aku berhasil memformulasikan cara untuk menyelamatkan alis buntungku ini. Hihihi…

How to Create a Perfect Eyebrow4

*kalau framenya sudah digambar sejajar begini baru keliatan jelas perbedaannya ya*

“Yaelah Mbak, makanya ke salon dong, minta alisnya dibentuk. Usaha kenapa?”, mungkin komentar dari beberapa orang demikian. Tapi kan tidak semua orang bisa begitu karena satu dan lain alasan, bisa karena keyakinan, bisa karena tidak berani, ataupun lainnya.

Karena itu, sekarang aku mencoba untuk menawarkan solusi tutorial cara menggambar alis untuk para pemula, khususnya untuk mereka yang bentuk asli alisnya tidak sempurna. Mungkin buntung sepertiku, atau mungkin tidak beraturan. Yes, worry not, alis buntung to the rescue, dear. If I could have a great eyebrow drawn upon from a half-bald one, then you could too.

How to Create a Perfect Eyebrow

Alat-alat yang kugunakan untuk menggambar alis seperti ini termasuk mudah didapat dan cukup affordable, seperti Make Over, NYX, dan Maybelline. Aku bahkan tidak pakai produk Anastasia yang terkenal untuk alisnya itu loh. Bagaimana cara membuatnya? Semoga video tutorial berikut ini bisa membantu ya :*

This is my very first video for now, so I’m sorry if there’s still lacking some quality of video. But as I plan to create another video in regular basis, I’ll sort those case in progress to create much much better videos later. Hope this could help some people out there, who struggle in the same case with me earlier.

Enjoy :*

[Review] Jeffree Star Cosmetics; I’m Nude

“Jeffree Star Cosmetics? Merk apa lagi itu?”

That was my initial response, when I first saw @adelladellaide and Endi Feng raving about this on twitter. By saying “raving”, I really mean is. Selama beberapa hari dan minggu, aku mengikuti percakapan mereka seputar brand Jeffree Star ini dan bagaimana mereka sampai tergila-gila dengan teksture dan kualitasnya, yang katanya adalah salah satu yang terbaik yang pernah mereka coba. Well, sebagai perempuan biasa, wajar dong ya aku teracun? :’)

*salahkan Adel dan Endi*

Screen Shot 2015-06-17 at 10.46.35 AM Lalu aku mulai browsing ke website untuk cari-cari info lebih lanjut. Jadi, Jeffree Star Cosmetics ini merupakan salah satu US indie brand, seperti the over-hype and over-rated Lime Crime, yang popularitasnya semakin menanjak. Produk Jeffree Star ini sendiri baru satu macam, yaitu Velour Liquid Lipstick. (Yap, another liquid, it is.)  Most of their shade is quickly sold out from their web in the blink of eyes, just whenever they did restock, and even they limit their sales to 2 pieces of each person. Nah kan, gimana aku tidak semakin penasaran.

I have to say that after a while, finally I was sold. Dan karena belum terlalu banyak online shop di Indo yang ready-stock dengan range warna yang lengkap, akhirnya aku order melalui adikku yang kebetulan masih berada di US. Sebenarnya aku bingung mau yang mana awalnya, karena warnanya super cantik semua dari warna merah terang, nude, sampai warna-warna yang tidak biasa seperti biru dan hitam. Tapi karena akhir-akhir ini aku sedang mencari warna natural yang wear-able untuk sehari-hari, I was tempted in between I’m Nude and Celebrity Skin, which both were their newest shade at time. Akhirnya aku memilih I’m Nude, karena rasanya aku belum pernah punya lipstick dengan warna seperti itu.

Screen Shot 2015-06-17 at 10.45.10 AM

After weeks of waiting, finally I got it yesterday. Happiness on the wrap!

Jeffree Star I'm Nude

Ya Tuhaaan, begitu bungkus kertasnya aku buka, aku langsung jatuh cinta dong ya. Packaging-nya cantik banget! Plastik bening seperti kaca dengan tutup warna pink berbintang yang terlihat mewah. Lalu tutupnya juga terasa kokoh, bahkan kalau diputar ada bunyi “ceklik” kuncian yang memastikan tutupnya sudah terpasang sempurna.

Jeffree Star I'm Nude

Tidak seperti kebanyakan liquid lipstick lainnya, gagang plastik aplikatornya pun terbuat dari plastik transparan sehingga terlihat seperti kaca yang mewah. Bentuk aplikatornya sendiri adalah doe-foot kinda like, but with a touch of little pout on its side. Cekungan kecil itu membuat pengaplikasian semakin presisi dan nyaman di bibir, tanpa perlu di-outline terlebih dahulu menggunakan pensil.

Jeffree Star I'm Nude

Jeffree Star mengklaim bahwa lipstick ini “long lasting of extreme beauty with matte finish.” Dan tentu saja, vegan serta cruelty-free. Katanya juga, it will stand out for kisses, while not sure of making out. Uhm…. I’m willingly and gladly try, actually 😉

First swipe on the lips, it was like…. pleasure on earth. It felt like a gentle touch you feel on your bare skin during a love making. No, I’m not joking. It feels perfectly different from any other lipstick product I ever tried so far (not to say that I tried too much though). 

Jeffree Star I'm Nude

Soal pigmentasi, tidak usah dikomentari terlalu jauh ya. It’s superb! Bahkan dalam sapuan pertama ke bibir, warnanya langsung penuh dan merata. Oh ya, awalnya sebenarnya aku cukup khawatir kalau warna I’m Nude ini akan terlalu pucat di kulitku. Tapi ternyata jatuhnya pas dan tidak berlebihan seperti bibir orang sakit.

Jeffree Star I'm Nude

Jeffree Star I'm Nude

Secara tekstur dan formula, tidak ada wangi kimia yang mengganggu, tidak ada perasaan kering yang mengikat bibir. It’s so light like wearing nothing, yet the color pops out beautifully. Padahal biasanya untuk warna-warna pucat yang pigmented seperti ini, teksturnya cukup waxy or creamy thick. Lalu pastinya, long lasting! Aku pakai ini sebelum makan siang dengan dessert ngegerogoti mangga langsung dari bijinya, dan voila… it stayed still! As pretty as before, tanpa ada bagian yang menghilang di sebelah dalam bibir. I’m trully impressed.

Jeffree Star I'm Nude

I seriously loveeeeeee this one best. So please, please, please. Kalau ada budget sekitar 350-400 ribu rupiah untuk lipstick, Jeffree Star ini harus banget deh dicoba.

Cheers,

Sara Lea

[Event Report] Bobbi Brown Beauty Class with Lizzie Parra

On one fine afternoon, I was taking my daily dose of social media intake. There I sat, scrolled down the Instagram feed on my phone, and saw the announcement that made my heart skipped its beat by a second. Di Instagramnya, Lizzie Parra mengumumkan kalau dia akan berkolaborasi bersama Bobbi Brown kosmetik untuk menyelenggarakan beauty class pada tanggal 26 Februari 2015 yang bertempat di Mango Tree Bistro, Plaza Senayan. Ahhhh, aku langsung excited luar biasa dan mendaftar tanpa banyak pertimbangan.

Soalnya kalau bicara tentang Lizzie Parra, duh, siapa sih yang tidak pernah mendengar tentang sosok satu ini?

lizzie_pic

Sebagai seorang beauty guru yang sangat populer di dunia maya, perempuan ini mengawali karirnya pada salah satu perusahaan kosmetik internasional terbesar di Indonesia, lalu memutuskan untuk resign demi mengikuti passionnya dan fokus menjadi make up artist. I once read her story on her blog, and she inspires me ever since. Not only about her amazing make up skill and beautiful portfolio, but mostly by the way she’s branding herself into this path successfully. 

Idolaku sungguh :*

And fast forward to the most anticipated D-day that made me freaking excited and beyond. Sejak setengah jam sebelum acara dimulai, aku sudah sampai di Mango Tree Bistro yang menjadi lokasi beauty class, melakukan registrasi ulang, kemudian duduk manis di meja-meja yang sudah disediakan.

IMG_6566_1024Bobbi Brown overdose, I should say. Karena pada beauty class ini, Bobbi Brown juga menyediakan produk-produk make-upnya serta koleksi kuas andalannya untuk digunakan sepanjang acara. Senang sekali tentunya, kapan lagi aku bisa mencoba produk mereka secara lengkap? :))

IMG_6568_1024

 

IMG_6569_1024Tidak hanya itu, di depan setiap tempat duduk juga sudah disediakan cermin,  lembaran kertas face chart, booklet Bobbi Brown Make Up Lesson, dan goodie bag berisi dua bulu mata dari Lavie Lash, Bobbi Brown maskara travel size, dan sampel dari bb creamnya.

IMG_6574_1024

IMG_6606_1024Nah, pada face chart ini bisa dilihat urutan step=step make up yang diyakini oleh Bobbi Brown sebagai urutan yang tepat untuk menghasilkan make up yang flawless dan natural. Pada kesempatan ini, Lizzie Parra juga menggunakan urutan-urutan tersebut sebagai guideline dari beauty class yang berlangsung. Tentunya ditambah dengan berbagai tips make up yang menginspirasi.

IMG_6597_1024Bisa dibilang, skincare dan concealer merupakan karakter utama dari flawless make up berdasarkan Bobbi Brown. Bahkan beliau sendiri menyatakan pendapatnya bahwa concealers are the secret of universe. Line make up ini pun secara khusus memecah kategori “concealer” menjadi dua, yaitu corrector untuk mengoreksi warna gelap di bawah mata dan concealer untuk membaur corrector tersebut dan memberi highlight di bawah mata. Diyakini, dengan demikian kita sudah membuat suatu perbedaan besar pada make up yang kita aplikasikan.

Long story short, demikianlah hasil make up yang kubuat berdasarkan sesi pada siang hari itu.

IMG_6626_1024

IMG_6600_1024Apakah aku puas dengan hasilnya?

Mmmm, so so. Aku memang sebenarnya tidak berharap banyak dari beauty class massal seperti ini, karena aku yakin akan terkendala dengan masalah waktu, banyaknya peserta, dan tidak imbangnya jumlah produk yang disediakan. Seringkali peserta harus menunggu giliran cukup lama untuk menggunakan produk tertentu, sehingga ketinggalan untuk mengikuti step selanjutnya yang diperagakan di depan. Tapi ya mau bilang apa lagi? Menurutku itu salah satu resiko dari penyelenggaraan beauty class dalam jumlah besar seperti ini.

I tended to see on the fun side, like doing make up together simultaneously with many new-found friends. And mostly, meeting my favourite make up artist, Lizzie Parra herself! It’s worth all the time, effort, and price already.

IMG_6608_1024Anyway, about the price of this Bobbi Brown Beauty Class itself, it costed me IDR 500K alone. It included a beauty class session with Lizzie Parra and Bobbi Brown stuffs provided. Also on the side, there was a little goodie bag with two Lavie Lashes, Bobbi Brown Mascara travel size, and 500K worth of voucher for Bobbi Brown product! So I guess, it’s still a good deal after all.

IMG_6632_1024

 

Got myself this beautiful pink shimmering brick from that voucher by adding another 80K. I’m pretty sure this baby will make a good use on my collection 😉

Well, I guess that’s all. I’ll see you on another post and event ahead.

Stay pretty.

 

 

 

 

 

No Pink Valentine Look: Make Over Contest

Dalam rangka menjelang hari Valentine kemarin, sebuah brand kosmetik lokal favoritku yaitu Make Over mengadakan semacam make up contest di instagram. Tema yang dipilih sedikit berbeda, walau tetap masih dalam garis tema Valentine juga, yaitu “No Pink Valentine.”
Cukup menarik dan menantang, menurutku. Di saat kita semua biasa mengekspresikan tema valentine dengan warna soft pink, kompetisi ini justru memaksa untuk berpikir sedikit out-of-the-box; bagaimana menampilkan sisi manis romantis melalui warna-warna lainnya.

Make Over Contest

Sebagai pencinta tantangan, tentu saja aku penasaran untuk ikut. Apalagi, sebelumnya aku pernah mencoba mengikuti kontes mereka untuk tema Natal yang lalu, walaupun saat itu aku belum berhasil. Karena itu jugalah, di kesempatan kedua ini, aku sangat berambisi untuk memenangkannya 😉

*Make up look yang kubuat dua bulan lalu untuk #makeoveridcontest edisi Natal*

*Make up look yang kubuat dua bulan lalu untuk #makeoveridcontest edisi Natal*

Walaupun berambisi, apalah daya teknik dan pengalaman make up-ku sebenarnya masih piyik sekali.Yang rasanya aku kuasai dengan yakin hanya sebatas membuat flawless complexion, shading, dan eye liner. Sisanya? Duh, masih berantakan sungguh. Pegang kuas mata saja gagap, apalagi main eye shadow blending. Tapi masa iya aku cuma mau mengandalkan flawless complexion dan lipstik merah semata?

Syukurlah, aku punya “The Power of Ngotot yang sangat aku banggakan :”) Kemampuan super power itu yang akhirnya membawaku pada malam-malam penuh latihan dan latihan. Yep, my late night routine became some kind of training. Aku mengulang-ngulang make up look yang ada di bayanganku berkali-kali, mengasah teknik dan juga kerapihan garis, serta menggali kemungkinan ide-ide baru yang menunjang look tersebut. Saat aku yakin bahwa itu sudah proper, baru aku foto dan kemudian di-submit di instagram dengan hashtag #makeoveridcontest dan #nopinkvalentinelook.

*Pantang menyerah latihan eye make up!*

*Pantang menyerah latihan eye make up!*

*Kondisi kapal pecah di depan kaca rias setiap malam*

*Kondisi kapal pecah di depan kaca rias setiap malam*

*Tiga eyeliner yang habis-habisan dipakai sampai sunguh-sungguh habis :D*

*Tiga eyeliner yang habis-habisan dipakai sampai sunguh-sungguh habis :D*

Was I taking it too seriously?
Well, aku pikir ini adalah kesempatan aku untuk membuat lompatan pada kemampuan make up-ku sendiri. Jadi, kenapa tidak? 🙂

Untuk tema “No Pink Valentine” itu sendiri, aku menggali inspirasi dari palet eye shadow milik Make Over yang berjudul “Magical Fairy Tale”. Kombinasi warna manis dari peach, copper gold, dan biru cerah merupakan perpaduan yang menarik untuk mengganti kekhasan romantis dari warna pink itu sendiri. Ketiganya mampu memberikan kesan yang manis dan lembut, namun juga mempunyai kesegaran yang unik. Still lovely, but definitely not ordinary.

Make Over Trivia Eye Shadow Magical Fairy Tale

*Magical Fairy Tale – Trivia Eye Shadow*

Setelah beberapa malam, akhirnya aku berhasil membuat dua variasi look dari kombinasi ketiga warna di atas.

Variasi pertama mengambil inspirasi dari gaya Twiggy, I called it Colorful Twiggy look! Highlight dari riasan ini aku fokuskan pada bagian mata dengan warna peach pada kelopak dan garis biru cerah pada bagian lipatan mata. Keduanya diaplikasikan menggunakan produk Trivia Eyeshadow: Magical Fairy Tale dari Make Over sendiri. Aku sangat suka dengan versi ini, karena sedikit terlihat flirty namun tidak berlebihan.

Twiggy Look Inspired

Sedangkan variasi kedua mengambil inspirasi dari riasan Make Up Artist idolaku, yaitu Lizzie Parra, and I just called it Magical Fairy Tale look. Masih berfokus pada palet warna yang sama, yaitu peach, golden, dan biru cerah, namun lebih pada garis mata yang ditonjolkan melalui gradasi warna-warna eyeliner. Inilah salah satu yang aku suka dari produk Make Over, they are so versatile to be used in many different kind of ways. Aku menggunakan tiga buah Make Over eyeliner dalam warna Gold, Navy Blue, dan Black Jack yang diaplikasikan bergantian lalu diakhiri dengan model cat-eye di sudut mata.

Gradation Eyeliner

*Warna gold aku tempatkan di bagian dalam untuk memberi highlight pada inner lid*

Colorful Eyeliner Make Over

Kalau variasi pertama terlihat flirty, variasi kedua ini lebih fresh, fun, and bright. Warnanya pop up dan mencolok namun tidak berlebihan, sehingga tetap sangat natural untuk dipakai sehari-hari.

Make Over Colorful Eyeliner

Well, aku puas sekali dengan kedua hasil ini. Puas dalam arti, aku melihat banyak progress yang terjadi bila kubandingan dengan look yang aku buat untuk kontes Natal dua bulan sebelumnya. Selain itu, aku juga bangga akan usaha yang aku lakukan untuk mencapai hasil akhir dari kedua variasi yang kubuat. I mean, I know that I’m still lack of techniques and there are a lot of room for improvements in term of clean lines and “professional touch”. But I think I’m on the right path.

They said,

It’s not how good you are, but how good you want to be

I’m not good, yet, but I know how good I want to be. But as for now, I think it’s enough for me to be a spark of motivation.
That if I really want it, I can make it 🙂

Make Over Contest No Pink Valentine

*Thank you, Make Over! This is such the best Valentine gift EVER!*

I guess, I’ll just set myself a higher bar after this 🙂

Recent (Obsessive) Haul and Where To find It

Okay, pertama-tama aku mau mengaku dosa.
*menunduk malu*

Beauty Haul

Sebulan terakhir ini aku agak kalap dalam berbelanja membeli beauty items. Entah kenapa, tiba-tiba aku cukup obsesif dengan beberapa barang dan hunting mati-matian untuk mendapatkannya. Tapi, sebagaimana yang kita ketahui barang-barang ini tidak semuanya affordable items, aku harus pintar-pintar mencari great deals di sana sini. Rasanya kita semua mengalami seperti itu.

Nah karena itu, pada kesempatan ini, aku mau share di mana barang-barang ini bisa didapat dengan harga yang bersaing.

1. Make Up Academy Undressed Pallete

MUA Eyeshadow Undressed Palette
Aku tahu palet eye shadow ini dari postnya Agnes dua tahun lalu (telat banget ya), dan tertarik mencarinya karena dikatakan sebagi dupe dari Naked 1 palette. Tapi karena sepertinya sudah tidak terlalu populer, maka aku sedikit kesulitan untuk mendapatkannya. Akhirnya palet ini aku temukan di @bellshoppe (Instagram) dengan harga Rp 175.000,-. Kalau mau sedikit bersabar, bisa juga ikut PO di @sparkingshop_indonesia (Instagram) dengan harga sedikit lebih murah yaitu Rp 170.000,-. Aku belum coba sih, tapi kalau dari yang kubaca di reviewnya Agnes tadi, eyeshadow ini worth the price.

2. Lime Crime Opaque Lipstick

Lime Crime Babette
Lipstik ini pernah kureview di post sebelumnya. Mengenai harga, dia dijual dengan harga yang berbeda-beda antar onlineshop di Instagram maupun di web, biasanya di kisaran 270-350 ribu rupiah. Nah, berdasarkan observasiku, untuk Lime Crime ini harga termurah terdapat di luxola.co.id dengan harga Rp 270.000,- bahkan jika cermat mengamati serta sabar menanti masa-masa diskon (dan itu cukup sering), lipstik ini pernah bisa dibeli dengan harga Rp 200.000,- saja. Wow! Hanya saja warnanya tidak terlalu lengkap, mungkin karena sudah banyak yang sold out ya?
Untuk alternatif, bargained price untuk Lime Crime bisa didapatkan di @beautykitshop (Instagram), di mana aku membelinya ketika diskon dengan harga Rp 295.000,-.

3. Tarte Lipsurgence Lip Tint & Lip Gloss Travel Size

Tarte Lipsurgance mini size
Sebagaimana kita tahu, harga satuan Tarte full size mencapai 300 ribuan. Karena sadar bahwa itu cukup berat bagi mayoritas orang, mulai banyak online shop yang menawarkan ukuran travel size yang didapat dari bundle season package-nya. Harga paketnya sendiri sekitar 600 ribuan dengan isi 6 Liptint dan 2 lipgloss, yang kemudian dijual eceran seharga 100-199 ribu rupiah. Kemarin aku sangat beruntung mendapatkannya di @sunrise_beautybox (Instagram) dengan harga Rp 90.000,- saja, setelah berusaha mencari dengan keyword hashtag #jualtartemini dan #jualtartetravelsize. It works!

4. Beauty Story Romantic Eye Pencil

Beauty Story Romantic Eye Pencil
Ini merupakan produk baru dari sebuah merk lokal bernama Beauty Story. Konsep eye pencil ini kurang lebih seperti Jumbo Eye Pencilnya NYX, hanya saja tidak terlalu pekat dan cukup sheer. Aku suka pakai untuk pemakaian natural dan sebagai base untuk dibaurkan dengan warna-warna pastel. Harganya Rp 90.000,- di konter Watson, tapi karena ini merk baru aku yakin pasti akan banyak diskon dalam rangka promosi. Kalau sabar menunggu, pasti akan dapat harga yang lebih bagus 😉

5. Masami Shouko’s 7 Essential Eye Brushes.

Masami Shouko Essential Eye Brushes
Paket 7 essential eye brushes dari Masami Shouko ini terdiri brush no 203, 205, 206, 216, 219, 309, dan 317; meliputi lid brush hingga eyebrow brush. Sangat memadai sekali sebagai starter eye set bagi pemula. Dengan membeli secara paket, kita bisa dapat harga jauh lebih murah dibandingkan jika kita membelinya satuan, baik online maupun di gerai-gerai langsung. Di @kaycollection (Instagram) dan website masamishouko.com, paket ini dihargai Rp 290.000,-, sedangkan di mylovelysister.com bisa didapat dengan selisih harga yang cukup besar, yaitu Rp 210.000,-.

6. EOS Lipbalm

EOS Lip Balm Honeydew
Bisa dibilang, lipbalm ini merupakan salah satu produk yang sedang sangat naik daun karena bentuknya yang cute dan warnanya yang eye-catching. Tentunya juga didukung dengan formula, tekstur, dan variasi rasanya yang yummy, nyaman di bibir, dan melembabkan. Harga di onlineshop berkisar di harga 70-90ribu, tergantung warna dan rasanya. EOS milikku ini aku dapatkan di @beautykitshop (Instagram) dengan harga Rp 70.000,-. Bahkan pernah Lazada.co.id aku menemukan produk ini sedang didiskon menjadi Rp 50.000,- saja. Go check upon those kind of web. They used to be pricey, but when they are on sale, they go all the way.

7. NYX Eyebrow Gel

NYX Eyebrow Gel
Dikabarkan sebagai dupenya Anastasia Dip Pomade Brow Gel, produk ini bisa dikatakan sangat affordable. Sebagai orang yang sangat obses dengan alis, ini merupakan kali pertamaku mencoba produk brow gel. Harganya berkisar antara 120-150 ribu, biasanya tergantung dengan pilihan warnanya. NYX Eyebrow Gel ini aku dapatkan melalui temanku Desi dengan harga Rp 120.000,-, bisa dicek di instagramnya yaitu @desianahanum. Dia juga jual produk-produk NYX lain dengan harga sangat bersaing.

8. Covergirl Outlast Foundation & Rimmel Stay Matte Pressed Powder

Covergirl Outlast Foundation Rimmel
Sudah lama aku ingin punya foundie yang full coverage dengan hasil akhir matte dan juga bedak padat dengan oil control yang bagus untuk setting setelahnya. Setelah sekian lama, akhirnya pilihanku jatuh pada dua produk ini, yang ternyata cukup laris dicari akhir-akhir ini. Untuk Covergirl sendiri, sebenarnya cukup banyak onlineshop yang menjualnya, tapi agak jarang untuk Rimmel pressed powder sepertinya. Syukurlah, kemarin aku berhasil mendapatkan keduanya dengan harga yang sangat bersahabat di @beautystore_indo (Instagram). Lately, onlineshop milik Neyssa yang cantik ini memang menjadi andalanku. Pertama, karena harganya sangat bersaing, lalu ownernya fast respon dan sangat ramah, kemudian info produk di halaman instagramnya sangat lengkap dan detil. Kedua barang ini aku dapatkan dengan harga Rp 195.000,- untuk Covergirl dan Rp 110.000,- untuk Rimmel. Very good price, karena rata-rata tempat lain menjual di harga 200 ribu ke atas dan 120 -140 ribu.

9. LA Girl Glazed Paint & LA Girl HD Pro Concealer

LA Girl Glazed Paint
LA Girl Cosmetics ini merupakan USA brand yang baru-baru ini masuk ke Indonesia secara resmi. Counternya memang belum ada, tapi pembelian bisa dilakukan melalui email kepada distributor resminya (Instagram: @lagirlcosmeticsid). Glazed Paint dan Pro Concealer merupakan dua produk unggulan mereka yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan karena fungsi, kualitas, dan harganya. Untuk Glazed Paint sempat banyak dirave sebagai dupe-nya Too Faced Melted lipstik sedangkan Pro Concealer menjadi rebutan karena fungsi highlighting dan contouringnya. Aku sudah coba untuk highlight, dan aku suka!!!!! Harganya sendiri sangat bersahabat di kisaran 55-90 ribu/ produk. Harga terendah sepertinya dipegang oleh @makeupuccino (Instagram) dengan harga Rp 55.000,- untuk Pro Concealernya dan Rp 70.000,- untuk Glazed Paint. Tapi coba untuk memantau Instagram mereka di @lagirlcosmeticsid, karena seringkali mereka punya promosi tertentu dengan harganya menarik.

10. Too Faced Melted Lipstick

Too Faced Melted Coral
Siapa yang belum pernah dengar salah satu lipstik yang sedang in dan banyak dicari saat ini? Too Faced Melted Lipstick; walau tidak seheboh hype dari Lime Crime, produk ini memiliki penggemarnya tersendiri. Teksturnya yang lembut dan warnanya yang melted cerah di bibir membuatnya sering sold out di banyak online store. Aku harus mengakui bahwa aku membeli lipstik ini dengan cukup impulsif, karena barang ini sempat terbayang-bayang di benakku selama dua minggu penuh. Pada awalnya, aku hendak menitip saja pada adikku yang akan pulang dari Singapur, tapi ternyata stok warna yang kumau sedang sold out di sana. Nah, saat aku sedang kecewa itu, @beautystore_indo (Instagram) meng-upload stock mereka dengan harga Rp 285.000,-. Spontan aku langsung memesannya, karena setahuku di online shop lainnya harganya berkisar di antara 300-350 ribu rupiah, bahkan ada yang 380 ribu. Jauh sekali ya perbedaanya 😀

Pada dasarnya aku merasa cukup bangga karena berhasil mendapatkan barang-barang itu dengan harga yang sangat baik melalui perencanaan yang matang. Bahkan bicara mengenai perencanaan, aku sempat bercanda dengan temanku untuk membuka lapak konsultasi “Financial Cosmetic Planning”, karena di masa sekarang bukan hanya pendidikan anak yang membutuhkan dana dan perencanaan yang baik. Kosmetik pun demikian, secara harganya semakin melambung tinggi ke angkasa dan tidak bersahabat. Tentunya diperlukan pengaturan yang terencana untuk memilih mana yang harus dibeli terlebih dahulu dan di mana sebaiknya membelinya.Jadi, ada tertarik dengan jasa financial planning yang aku tawarkan? 😉

But anyway, kalau kalian tahu di mana bisa dapat barang-barang ini dengan harga yang lebih bersaing, share yuk!

Thank you for reading :*

Twiggy Look!

Hey hoooo!

Last night was another late night routine, as always, dan aku berhasil membuat…..

Tadaaaaaaaaa…

Twiggy

TWIGGY LOOK!

*Hihihi, maaf aku super excited.*

Ciri khas make up ala Twiggy ini terletak pada beberapa poin penting, yaitu exaggerated large eyes yang dibuat dengan menambahkan garis hitam pada area kelopak mata, bulu mata tebal pada bagian atas, ilusi garis-garis bulu mata buatan pada bagian bawah mata, serta bibir yang pucat natural.
Bisa dibilang Twiggy look ini time-less sih. Bayangkan saja, gaya ini sangat populer di eranya, yaitu tahun enam puluhan, namun hingga kini masih bisa digunakan sebagai inspirasi dasar make up-make up masa kini.

Twiggy-nat-morley-32167960-1119-754

*gambar diambil dari sini*

Aku sendiri sangat terobsesi untuk meniru gaya klasiknya Twiggy ini sejak beberapa bulan lalu, tapi selalu gagal. Khususnya untuk garis hitam di atas kelopak tersebut. Mungkin karena lipatan mataku memang sedikit tebal, aku kesulitan untuk menentukan penempatan garis itu secara presisi. Hasilnya, entah terlalu tinggi mendekati alis atau malah jadinya terlalu bawah sehingga hilang di lipatan.

images

Dan setelah sekian lama, semalam aku merasa mau mencoba lagi. Tentunya masih dengan puluhan kali proses “gambar-hapus-gambar-hapus” yang hampir menghabiskan satu pak kapas sendiri dan menyulap meja riasku menjadi kapal pecah seperti ini. Entah kenapa, padahal perlengkapan yang diperlukan beneranya sangat sederhana. Hihihi…

IMG_5806

Anyway, setelah berhasil melalui never ending circle of gambar-hapus, dilanjutkan dengan tambal sulam menggunakan concealer, long story short, akhirnya aku berhasil menggambar satu garis yang cukup presisi di kedua belah mata. YEAYYYY!

Sayangnya, semalam aku kehabisan stok bulu mata palsu, sehingga Twiggy look ini kurang maksimal dengan kekhasan lainnya yaitu bulu mata tebal. Lain kali, pasti.

IMG_5805

Still messy, I know, but at least decent. So happy!

Far from perfect, but it’s a progress I’m proud of. 

Cannot wait to try again some other time, and see another progress that I’ll make. Isn’t it wonderful to have this kind of journal to evaluate the process? And hopefully, you, as a witness to see the differences 🙂

IMG_5804

Oh ya, seandainya ada yang tertarik untuk mencoba make up Twiggy look, sebenarnya ada ribuan tutorial di internet. Tapi entah kenapa, aku suka dengan tips-tips tutorial yang diberikan oleh website thegloss, karena selain step-step untuk make up, halaman ini juga menberikan ide penunjang 60’s look juga seperti styling rambut, manicure, serta variasi yang bisa dibuat. Kapan-kapan mau dicoba semua ah.

See ya!

[Review] Lime Crime – Babette vs Wet n Wild – Just Peachy

Halo, adakah pencinta Lime Crime di sini?

*angkat tangan sendiri*

Untuk para beauty-junkie, Lime Crime tentunya sudah bukan benda asing lagi ya? Dikenal dengan kemasannya yang sangat cantik dan warnanya yang super pigmented, dia mendapat banyak review yang baik dan menjadi wish list item untuk banyak orang. Highlight dari brand ini yang sangat populer di Indonesia adalah Lime Crime Velvetines dan Lime Crime Opaque Lipstick.

*gambar diambil dari sini*

*gambar diambil dari sini*

*gambar diambil dari sini*

*gambar diambil dari sini*

Cantik-cantik sekali yaaa…

Dan seperti yang kusebutkan di atas, aku juga merupakan salah satu dari para pencinta Lime Crime. Kebetulan dulu aku pernah mendapatkan Lime Crime Velvetines dengan shade Suede Berry sebagai hadiah perpisahan dari kawanku di Bali. Aku suka sekali dan jadi penasaran untuk mencoba jenis Opaque Lipsticknya. Dari beragam warna menarik yang ditawarkan, akhirnya pilihan jatuh pada warna pink coral pucat bernama Babette yang menurutku sangat cantik. Sejak saat itu, aku tidak henti-hentinya mengecek availability si Babette ini di berbagai online shop di Instagram.

gambar diambil dari sini

*gambar diambil dari sini*

But no matter how much I loved this pretty lady, it still took me so long to finally decide buying it. Kenapa?
Karena rata-rata online shop menjualnya dengan di kisaran 270 – 350 ribu rupiah, dan menurutku harga itu kurang bersahabat. 😦

Sampai akhirnya aku tergoda untuk membeli lipstik yang banyak dirave orang sebagai dupe dari Babette, yaitu Wet n Wild dengan shade warna Just Peachy. Harganya sangat affordable di kisaran 65 – 75 ribu rupiah, sementara swatch warna yang ditunjukan memang terlihat mendekati. Walau packagingnya tidak terlihat menarik, awalnya aku berharap setidaknya Just Peachy ini bisa memuaskan rasa inginku terhadap Babette. Lumayan kan, saving sekitar hampir 200 ribu sendiri 😉

Wet n Wild - Just Peachy

Just Peachy

Ternyata aku salah 😦

Entah kenapa, aku menemukan bahwa Just Peachy ini sangat sulit untuk diaplikasikan di bibirku. Seret dan tidak merata, mesti tentu sebelumnya sudah dioleskan lipbalm terlebih dahulu. Lalu warnanya tidak keluar seterang yang aku harapkan dalam satu atau dua sapuan, sedangkan kalau aku tumpuk lebih banyak akan menggumpal dan pecah-pecah. Perlu effort yang lebih dengan menggunakan bantuan lip brush untuk membuatnya terlihat proper dan cantik.

IMG_5105

No doubt, in term of color, I love this one so much. Pinky peachy nude, which makes it looks like my lips but better.
But yet, as much I fall in love with its shade, I dislike its texture so much. Kecewa sih, tapi ya sudahlah. Aku bisa bilang apa, karena masa dengan harga segitu aku mengharapkan kualitas yang sama? Dengan demikian, Lime Crime Babette pun kembali masuk dalam prioritas utama di wish list-ku.

And long story short, not so long from then, I finally decided to buy one. Senang sekali rasanya.

Lime Crime

Lime Crime Babette

Selamat datang, Babette cantik! 😀

Lime Crime Babette

Yang pasti aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan kemasannya. Semuanya juga sudah tahu kan ya, Lime Crime Opaque Lipstick ini bentuknya tabung berwarna ungu dengan gambar unicorn serta bintang-bintang berwarna silver. Kemasannya membuat dia terlihat pop up di antara koleksi lipstik-lipstik yang aku miliki. Too adorable.

Lalu secara warna, batang lipsticknya sendiri cenderung berwarna pink kecoklatan. Sempat ragu juga sih, tapi ternyata kalau sudah diaplikasikan ke bibir, warna yang keluar adalah pink coral muda yang sangat bold dalam satu sapuan saja. Ahhhh… aku sukaaa sekali!

Dan karena sekarang aku punya dua lipstik yang digadang-gadang para dupe-holic, aku mau share review dan perbandingannya berdasarkan pendapatku. Untuk kalian yang mencari data-data detail seperti ingredients, mungkin bisa mencari review lain karena aku lebih membahasnya dari apa yang aku rasakan 🙂

Lime Crime Babette Dupe

Lime Crime Babette & Wet n Wild Just Peachy

Pertama dari soal packaging.

Untuk lipstik dengan harga seperlimanya, tidak adil ya kalau harus mengkomparasi dari sisi kemasan. Just Peachy terlihat sangat sederhana dengan tutup plastik transparannya di samping Babette yang berdiri anggun dengan balutan warna ungu gendut berhiaskan gambar unicorn mewah. Tidak bisa dipungkiri sih, kemasan cantik Lime Crime ini juga menjadi alasan utama kenapa banyak orang tertarik menginginkannya. It does look good on your make up table among your lipstick collection.

Lipstick Collection

Kedua dari soal kuantitas produk.

Their weight comparison is pretty much same. Just Peachy stated itself as 3.3g, while Babette 3.5g. Plenty enough for you to wear it everyday, dan aku yakin tidak akan sampai habis juga sih. Eh, memang di antara kalian ada yang punya lipstick yang benar-benar dipakai sampai habis?

#newbiebertanya

Lime Crime Babette Wet n Wild Just Peachy

Ketiga dari soal formula dan tekstur.

Sebagaimana yang aku bilang di awal, I dislike Just Peachy’s texture so much. Seret dan tidak merata, cenderung pecah-pecah di bibir. Tingkat dehydrate-nya di bibirku pun cukup parah, karena bibirku terasa keriinggg sekali meskipun sudah pakai lip balm sebelumnya. Satu-satunya yang aku suka adalah staying power-nya yang menurutku cukup baik untuk lipstik di kisaran harga tersebut.

Wet n Wild Just Peachy Swatch

Babette sendiri lebih smooth ketimbang Just Peachy, walau memang masih tetap terasa seret dibanding kebanyakan lipstik lain. Setidaknya pengaplikasiannya masih lebih mudah tanpa perlu menggunakan bantuan kuas dan cukup satu sapuan untuk menempelkan warna yang merata. Staying powernya bagus sekitar 7-8 jam, asal makannya hati-hati ya 😉

Lime Crime Babette Swatch

Terakhir dari soal warna.

Aku pikir ini alasan utama kenapa orang mengatakan bahwa Just Peachy merupakan dupe dari Babette. Harus diakui, kalau dari swatch di tangan, kedua warna ini sangat mirip satu sama lain.

Swatch Babette Just Peachy dupe

But again, the price couldn’t lie. Perbedaan utama terasa saat kedua lipstik ini diaplikasikan di bibir, dan di sini terlihat sekali perbandingannya. Babette terlihat jauh lebih bold dalam menampilkan warna aslinya yang cenderung pucat, sementara Just Peachy cenderung lebih gelap dan menyatu dengan warna bibir. Untuk color pay-off, tentu Babette lah yang memberikan hasil warna pink yang diharapkan.
Meskipun begitu, dalam kesempatan-kesempatan tertentu, aku justru suka dengan warna yang dihasilkan Just Peachy karena lebih natural dan bisa dikombinasikan dengan berbagai palet warna make up dan outfit.

Babette Just Peachy dupe comparison

Kiri itu Just Peachy, sedangkan di kanan adalah Babette. Kalau sudah disandingkan begini, terlihat sekali bedanya ya? 🙂

Dan kalau ditanya mana yang lebih bagus, ya tentunya aku menjawab Lime Crime Babette. Untuk repurchase, tentu saja aku mau untuk shade lainnya. Sedangkan untuk Wet n Wild, sepertinya aku tidak akan membeli lagi sih.

Lalu untuk pertanyaan berikutnya, apakah Just Peachy ini bisa menjadi alternatif murahnya Babette?

I’m back to differ with this kind of thought below.

Setelah berhasil mendapatkan dan mencoret Lime Crime Babette dari wist list, rasanya lega luar biasa. Ada kepuasan tersendiri dalam mendapatkan sesuatu yang memang sudah diincar sejak lama; kepuasan yang tidak bisa digantikan dengan barang yang mirip/ hampir serupa.

Pada titik tersebut aku sampai pada suatu pemikiran, bahwa pada akhirnya dupe tetaplah sebuah dupe.

Ketika aku menginginkan Babette, aku menginginkan keseluruhan lipstik itu as one whole packaging and together with Lime Crime brand itself. And yes, it comes with price; the price of what Lime Crime has been successfully branding about themselves.

Kesamaan warna yang didapat dari hasil swatch buatku bukan menjadi satu-satunya patokan yang diharapkan. Maybe it could serve me the same color pay-off that I desire, but there are still something lacking on it. After I had the Just Peachy, it made me desiring Babette even more. Jadi mungkin bukan masalah kualitas, mungkin juga bukan masalah hasil akhir. Tapi lebih pada kenyataan bahwa itu sebenarnya hanya “pengganti” dari apa yang sesungguhnya diingini.

Aku pikir itu sama seperti hidup ya?

Apakah bisa seseorang yang berarti digantikan dengan seseorang yang mirip? Apakah bisa mimpi dan cita-cita tertentu digantikan oleh yang lainnya hanya karena itu sulit digapai?

Bisa sih. Tentu bisa.

But will I be satisfied deep down inside?

Or will I just make a compromise with myself?

And so, you choose the answer by yourself. Remember, there are something that’s worth the wait 🙂

*ngomongin lipstick aja kok jadi berat amat ya* Hihihi…

IMG_5680

Have a great day, beautiful! 😀